Dalam kehidupan sekarang ini memang banyak sekali berita yang beredar tentang ayam bangkok bukan lagi ayam pertarung sejati. Isu yang beredar pun Kejuaraan sabung ayam di Thailand sudah dikendalikan oleh ayam Pama. Ketangguhannya dari ayam pama ini sudah memenangkan beberapa sabung ayam di Thailand.
![]() |
Ayam Pertarung Sejati |
Bandar Sabung Ayam - Isu tersebut saat ini menjadi suatu perdebatan bagi para pesabung ayam di Indonesia. Apakah Ayam Bangkok bukan lagi ayam pertarung sejati?? Memang sesuai dengan sejarahnya sabung ayam, ayam bangkoklah yang menjadi ayam pertarung sejati namun secara perlahan mulai tergusur. Ada yang masih percaya bahwa ayam bangkok masih menjadi yang terbaik hingga saat ini. Ada juga yang menyebutkan bahwa saat ini banyak lahir ayam pertarung yang lebih hebat dari hasil kawin silang yaitu ayam pama.
Ayam bangkok pertarung sejati memang dari dulu menyadang predikat ayam pertarung sejati. Seiring berjalannya waktu para penelitian dan juga pakar sabung ayam mencoba untuk mencari lagi ayam pertarung sejati. Cara yang dilakukan adalah dengan mengkawinsilangkan ayam-ayam pertarung sejati. Maka dengan itu lahirlah ayam Pama.
Ayam pama merupakan hasil dari kawin silang ayam bangkok, panus, birma dan juga saigon. Dari cara bertarung ayam pama ini terdapat sifat ayam bangkok yang memiliki pukulan yang sangat keras, ketelitian dalam memukul merupakan gaya bertarung ayam panus. Kelincahan adalah sifat ayam birma dan tahan pukul dari ayam saigon.
Agen Sabung Ayam - Jika ingin melihat cara bertarung ayam pama bisa melihat dari video yang akan saya unggah dibawah ini. Bila sudah menontonnya maka anda bisa mengetahui bagaimana pukulan dari ayam pama.
Di Thailand sendiri hampir rata-rata perternak sabung ayam sudah membudidayakan indukan ayam pama. Jadi tidak perlu di pungkiri lagi karena memang sabung ayam di Thailand sendiri sudah merupakan budaya mereka dalam sabung ayam. Dengan adanya indukan ayam pama yang digunakan untuk kawin silang mengharapkan adanya ayamyang lebih berkualitas lagi dari ayam pama.

No comments:
Post a Comment